Review Film Nikah Yuk! Perjodohan Yang Diatur

Ditanya kapan nikah sama orang lain bisa bikin sebel. Tapi bisa mumet kalau yang nanya itu adalah orangtua sendiri. Seperti Arya (Marcell Darwin) yang ditanyain ortunya (Roy Marten dan Ivanka Suwandi) saat ketiga beradu akting di film Nikah Yuk! besutannya sutradara Adhe Dharmastriya.

Ceritanya begini, Arya yang berprofesi sebagai fotografer punya pacar, Neyna (Aliyah Faizah) yang cantik dan berprofesi sebagai model.  Secara finansial menikah bagi Arya bukan soal. Tapi pacarrnya ini adalah tipe gadis yang susah berkomitmen dan ga mau rugi. Bagi Neyna menikah itu seperti bisnis. Kalau bikin rugi, ngapain?

Itulah yang bikin Arya maju mundur sampai akhirnya mem-phk Neyna alias putus hubungan kasih. 

Tanpa sepengetahuan Arya, kedua ortunya mengatur pertemuan Arya dengan Lia (Yuki Kato) seorang komikus dalam sebuah proyek foto yang dikerjakannya bersama. Situasi yang dijalani membuat Arya segitu mudahnya suka pada Lia dan mengajaknya untuk nikah. Lia yang bawaannya spontan tanpa pikir panjang langsung mengiyakan ajakan itu.

Adegan film kemudian berjalan seperti cerita dongeng. Rasanya cerita keduanya too good to be true. Jatuh cinta dengan cepat, lalu menikah dan honeymoon ke Jepang sebagai wujud janji Arya yang mau menjadikan mimpi-mimpi Lia satu demi satu. Siapa yang ngarep punya suami kayak gini setelah menikah? Hayo lho! :D

Kalau Arya sudah segitunya jatuh cinta, berbeda banget dengan Lia yang susah dikorek soal perasaannya. Ini yang bikin Arya gemes sampai kemudian ia menemukan kenyataan kalau ternyata pernikahannya adalah rekayasa.

Nah kan... belum setahun menikah sudah ada masalah. 

Alur film ini semakin terasa greget setelah satu persatu fakta dibalik semua pernikahannya terungkap dan membuat perasaan Arya berubah 180 derajat. Scene demi scene berikutnya berubah jadi terasa dramatis dengan emosi Arya yang marah dan kecewa. Hidupnya terasa ruwet dan menyebalkan.  Bagi Arya, kedua orangtuanya tetep bikin kesel, baik sebelum nikah maupun setelahnya.   

Ngomongin soal komitmen, orang-orang seperti Neyna yang susah diajak nikah adalah fenomena yang banyak kita temukan dalam keseharian. Sudah mapan secara karir ditunjang situasi dan fasilitas ada yang mendukung, tetep saja masih menghitung untung rugi dengan menikah.  

Neyna yang hedon dan 'matre' sesungguhnya di mata saya bukanlah tipe perempuan yang setia. Neyna adalah seorang pasangan yang bertipe pansos, alias panjat sosial,  mendompleng keberhasilan seseorangan dan mengklaim punya peran di belakang layar. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Sound familiar? Hmmm.... banyak kan ya yang kayak gini?

Yang ga kalah menarik juga adalah sudut pandang dari orangtua Arya. Keinginannya untuk segera menimbang cucu ditambah pengalaman mereka yang telat menikah, membuat mereka 'ngerusuh' nyuruh Arya buru-buru menikah. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang para orangtua yang senang memamerkan pada teman atau koleganya kalau sudah punya mantu. Sesudah itu? Disusul dengan pamer lainnya, kalau sudah punya cucu. Makanya ada adegan menggelikan juga gimana keponya mereka dengan malam pertamanya Arya bersama Lia. 

Hus, jangan punya pikiran ngeres lho, ya. Ga ada adegan romance yang menjurus ke arah sana. Lia yang awalnya mau secara spontan diajak menikah malah punya aturan sendiri soal keintiman bareng suami. Bukannya manja-manja dan sok romantis, Lia sibuk membahas soal lain dan menjerit histeris saat melihat Arya bertelanjang dada.

Ga Neyna, ga Lia setiap perempuan punya mimpi yang masih ingin dicapai, dengan takaran mereka masing-masing. Kalau gadis seperti Neyna terlalu culas dan oprtunis, gadis seperti Lia memang pilihan ideal, meski pastinya bakal ada aja masalah yang dihadapi oleh masing-masing pihak. 

Peran ortu yang mengintervensi kadang emang diperlukan - meski bukan drama Siti Nurbaya yang melow-melow, plot twist dari film Nikah Yuk! ini membuat saya terhibur dan berkomentar "Gokil!" meski ada scene yang terasa mengganggu tapi tidak banyak berpengaruh secara keseluruhan.





Post a comment

1 Comments

  1. Ini nih pertanyaan yang sering banget ditanyakan dan paling dihindari kalau pulang mudik ke kampung. Jadi penasaran pengen nonton filmnya.

    ReplyDelete