Resensi dan Give Away Novel Judith

April 16, 2018

Kapan terakhir kali membaca novel beraroma teenlite? Yuk, ngacung dulu. Ga usah jaim walau udah lamaaa banget lewat :).

Saya baru aja seminggu kemarin menamatkan sebuah novel teenlite. Tiba-tiba aja rasanya kayak terhisap mesin waktu, terus jadi mahluk hologram yang bisa lihat dari dekat perjalanan tokoh utamanya.

Walau beda masa (((masa))) apa yang dialami oleh Judith (tokoh utama novel ini dan juga jadi judul novelnya) sebenernya masih related dengan apa yang pernah terjadi pada anak-anak SMA belasan tahun silam atau lebih. Palingan printilan lain semacam gadget gitu aja yang berbeda.  Kalau udah usia 30an atau lebih, bakalan suka juga baca ceritanya Judith ini.

Pssst.... terus skrol ke bawah dengan seksama, ya. Jangan buru-buru left, soalnya di akhir tulisan ini saya mau bagi-bagi bukunya sebanyak 5 eksemplar. Mayan, kan? Jadi ini dia novel yang mau saya ceritain kali ini.

Judul Novel : Judith
Genre : Teenlite
Penulis : Bayu Indie
Editor :  Deasy Serviana
Editor Supervisi: Risma Megawati
Desain Sampul : Setiawan Agung Cahyono
Grafis : Ikmal  Aldwiansyah 
Tebal : 253 Halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka  Utama - M& C 2017

Blurb:
Judith, cewek SMA yang tomboi dan sering tertimpa masalah karena gayanya yang serampangan. Suatu hari, ia diajak "pacaran" oleh temen berantemnya. Biyan! Tujuannya? Untuk  membuat cewek yang ditaksir Biyan!

Lalu bagaimana ketika  status "pacar sementara" ini malah menimbulkan  getaran cinta yang sebenarnya.

Sejak pertama kali liat sampulnya, saya langsung kepincut sama novel yang segmen pembacanya lebih menyasar dedek-dedek emesh yang pantaran SMA-an.  Kombinasi biru dan pinknya cakep banget. Ditambah senyum kenes seorang gadis pada sampulnya, menggambarkan watak anak SMA yang tomboi tapi manis. Manisnya ga bakan bikin diabetes, kok. Jadi ga usah cemas lah ya punya gebetan macam Judith.

Eh, cemas? Wait. Yakin ga cemas?
Judith, anak SMA kelas XI IPS di SMA Dwi Tunggal ini emang bawaannya cuek setengah hidup (setengah mati berarti setengahnya hidup, yekan?). Tapi di sisi lain dia itu jail, nekat, punya sisi hati yang lembut  dan sukar ditebak. Di awal novel, Bayu, penulis buku ini sudah berhasil membangun chemistry dengan pembacanya lewat pilihan kata yang ekspresif. 

Makanya tadi di atas saya bilang, rasanya ada deket-deket Judith, walau cuma jadi semacam mahluk  hologram yang cuma bisa melihat, merhatiin tapi ga bisa ngapa-ngapain. Ga bisa turut campur selain gemes plus ketawa ngakak karena kejailannya.

Saya kasih bocoran dikit aja, ya, dialog antara Biyan, Judith dan Ella (sahabatnya Judith)

"Ada kelanjutannya?" kali ini Ella yang bertanya.
Biyan mengangguk. "Untuk memastikan itu ilusi atau bukan, gue WA dia. Kali  ini dibalas.Dia bilang, dia nggak marah. katanya, itu hanya perasaan gue aja."

Judith dan Ella semringah, seperti  menonton pertandingan di mana regu yang dibela mulai mengejar ketinggalan.

"Gue ajak pulang bareng lagi. Dia mau. Katanya,  janjian di pintu gerbang selepas jam pelajaran terakhir..."

"Terus?" Judith dan  Ella nyaris serempak.
"Tapi pas bubar sekolah, gue sengaja nggak langsung ke pintu gerbang. Tapi muter dulu ke belakang."
"Ngapain?" Judith ngotot lagi.
"Ngumpulin keberanianlah!"
Cetar membahana.

Udah cukup segitu aja, ya kutipannya.

Awalnya Judith sebel sama Biyan karena posisi strategis yang harusnya diisi oleh temannya yang lain malah diisi Biyan. Buat apa? ngatur strategi nyontek! Pasti tau dong kalau dulu pernah ada anekdot kayak gini "Posisi Menentukan Prestasi." 

Dan ternyata sebelnya Judith sama Biyan cuma bentaran aja, berganti jadi getar-getar cinta (ngomong ala Sarah Sechan). Judith mulai enjoy  dengan posisi duduknya yang dekat dengan Biyan yang ternyata jago dan lihai dalam hal nyontek :D.  Eh, ini sih, sisi dari Biyan yang jangan dijadiin teladan, ya. Di sisi lain, Biyan itu sebenernya asik. Dia jago gambar, baik, peduli sama kawan walau penampilannya ga banget. Urakan, rambut acak-cakan kayak gembel.

Sebenernya di balik rasa sebelnya Judith sama Biyan,  diam-diam Judith naksir dia, lho. Cuma Biyan udah kadung punya gebetan lain, Angie!

Judith mau aja dijadiin pacar sementara oleh Biyan, cuma buat ngipasin Angie. Di sisi lain, gadis berambut pendek ini ujug-ujug mau jadi pengurus OSIS. Apa lagi alasannya, kalau bukan biar bisa lebih deket dengan Biyan? Bukan kode, karena Judith tau di hati Biyan cuma ada Angie. Apalagi posisinya cuma semacam pemancing. Nyebelin. Tapi kadung cinta, ya, dijalani oleh Judith.

Judith pun menemukan dunianya jadi lebih berwarna sejak menjadi pengurus OSIS. Bukan cuma memuluskan modusnya menggoyahkan hati Biyan tapi dia jadi makin sibuk, lebih sibuk dari Rangga ketua OSIS yang sebenarnya bikin  kesel.  Sementara buat pengurus OSIS lainnya Judith itu lucu walau nyebelin.

Dibalik cueknya Judith dan sedikit nakal, sesungguhnya dia ga tegaan sama 'musuh'nya. Walau usil, Judith  juga punya ketakutan tersendiri, terutama pada ayah ibunya.  Tapi bukan Judith kalau dia ga bisa mengatasi ketakutan dan kekhawatirannya. Dengan segala sikapnya yang sulit diduga, Judith selalu punya sejuta cara memutar alur cerita. Dia ini emang banyak banget akalnya.  

Cerita cinta ala-ala anak SMA palingan cuma dikasih porsi 30-40%an. Itu pun ga romantis gara-gara kelakuannya Judith juga :) Jangan harap kita bakal menemukan momen termehek-mehek walau Judith sedang dalam posisi galau melow gitu. Karena itu tadi, Judith pantang menyerah, banyak akal. Bahkan Ella yang jadi sahabatnya pun dibuat bingung ngejabanin tingkah Judith. Saya lebih banyak dibuat tertawa jadinya. Kalau punya sahabat seperti Judith, saya juga bakal bingung lihat dia bersedih karena air matanya cepet banget mengering.

Terus gimana sama Biyannya? Berhasil jadian, ga? Hmmm... kasih tau ga, ya? Ah gini aja, biar ga penasaran, saya mau bikin give away berhadiah 5 eksemplar buat pembaca blogpost ini. Begini syarat-syaratnya:
  1. Yang pertama, kalian wajib mem-follow akun IG saya (@efi_thea) dan Bayu Indie (@bayu.indie) atau akun twitter @efi_thea.
  2. Lalu jawab pertanyaan ini, ya. Pernah ga waktu SMA (SMP atau kuliah) dijadiin 'ban serep' sama orang yang kita sukai? Nah, apa reaksi kalian saat itu? Atau kalau ga mengalaminya bisa jawab pertanyaan ini: Kenakalan sperti apa yang pernah dilakukan waktu SMA dan takut banget ketauan sama ortu? Jawab salah satu saja, ya di komentar blog ini. Ga usah dua-duanya.
  3. Repost postingan instagram Give Away https://www.instagram.com/p/Bhm_Bl2BxfW, atau posting link blogpost ini di twitter/facebook, lalu mention 3 orang teman buat ikutan give away ini. Pastikan teman-temannya menjawab di komentar blogpost ini, bukan di instagram  (kalau ga punya akun blog bisa jawab di kolom komentar FB di bawah postingan ini).  Selama periode give away ini berlangsung, akun IG/twitter-nya jangan dikunci dulu, ya.  Postingan repost IG yang dihapus sebelum periode give away berakhir dinyatakan gugur.
  4. Periode give away ini dimulai pada hari senin, 16 April sampai 30 April 2018 dan diumumkan pada tanggal 2 Mei 2018. Akan ada 5 pemilih yang beruntung dengan jawaban paling 'cetar membahana' yang akan mendapatkan masing-masing 1 eksemplar novel ini, plus tanda tangan dan dikirim langsung oleh penulisnya, Bayu Indie.
Udah, gitu aja. Gampang, kan?










  • Share:

You Might Also Like

22 komentar

  1. aku terkahir baca teenlit entah kapan kutak ingat lagi. huhuhu

    oiya teh, sekilas baca judulnya tadi bukannya Judith tapi malah julid. (efek can mamam).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk.... pasti sebelum mampir ke sini abis baca postingan di sosmed ya, Wien :D

      Hapus
  2. Kalau ditanya kapan terakhir kali baca novel teenlit, pasti jawabannya udah lama bangeet! Secara masa itu, memang udah lama berlalu.
    Tapi terus terang aja, saya suka baca novel dengan genre ini. Berasa kembali ke masa putih abu yang gokil bin seru..hihihi...
    Kisah percintaannya pun bikin baper :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara mudah kembali ke masa muda ya, Teh. Ayo teh, baca bukunya biar bisa kekinian sama anaknya hehe

      Hapus
  3. Berasa balik lagi ke dunia remaja yaa, ak jadi merasa muda. Pengen ngulang masa SMA tapi dengan pemikiran skrg hahahaha baca novel judith pasti buat senyam senyum sendiri hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya, Lia. Andai ada mesin waktu, ya :D

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikutan GA nya yaa, teteh..

      Link IG : https://www.instagram.com/p/Bhojy1UhY0v/?taken-by=bacaanlendyagasshi


      Pertanyaan :
      Pernah ga waktu SMA (SMP atau kuliah) dijadiin 'ban serep' sama orang yang kita sukai? Nah, apa reaksi kalian saat itu?

      Jawab :
      Emm, kalo dipikir-pikir, dulu pernah siih...di-PHP-in sama cowo pas SMP.
      Aku uda sepenuh hati, tapi dianya hanya setengah hati. Ujung-ujungnya, doi jadian sama yang lain.
      Sad ending banget yaa...kisah aku.

      Reaksiku saat itu...emm, pasrah.
      Da jaman dulu mah...aku masih cupu.

      Gak berapa lama, kayanya aku juga jadian sama cowo lain ssiih...bhuaahhah..
      Jadi kipas-kipasan, ceritanya.

      Baru ku tau sekarang, bahwa gak selamanya keburukan orang dibalas dengan hal yang sama.

      Hapus
    2. Hihihi aku berasa jadi Mamah Dedeh dicurhatin gini. Cie, jadi pernah revans juga, ya?

      Hapus
  5. Hampir tiap hari baca teenlit karena si sulung hobi banget baca novel teenlit. Meskipun ga semua saya baca sampai tamat, minimal tau isi tiap novel teenlit yang si sulung baca. Sekalian memantau juga. Dan beberapa novel isinya lumayan dark untuk anak usia SMA sbg tokoh utamanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh, Sambil ngikutin anaknya sambil menjaga jiwa muda hahaha... Iya aku pernah baca novel dark juga. Ga harus dilarang sih, menurutku tapi perlu pendampingan emang bair ga ditelan bulat-bulat. Biarlah kita nelan tahu bulat saja haha

      Hapus
  6. teh, gimana cara menumbuhkan rasa membaca teh? ko keren ya bisa getol gini, maulah ketularan getolnya teteh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo, pasti bisa, Ra. Tentukan dulu minat Rara apa, nanti rasa sukanya akan tumbuh dan berkembang (tsaaah puitis amat)

      Hapus
  7. aku kmrn sempat lihat di toko buku nih teh efie. Suka banget sama covernya, meskipun sdh sangat lama tak baca teenlit. Tapi rasanya menarik utk dibaca Judith ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, covernya emang menarik kan, Yu? Yuk baca juga ya :)

      Hapus
  8. Baca istilah 'ban serep'..agak2 gimana gitu ya..dan aku jd keingetan..kl pas kuliah prnh ngalamin jd ban serep..jadi sedikit ka st st haha..tapi yasudahlah abaikan saja..yg.lalu biarlah brlalu..dan ngomongin soal teenlit kadang sesekali msh suka baca jg ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pedih dan ngeselin dijadiin pacar cadangan gitu. Emang Gita cewek apaan coba? *lho kok malah nanya balik*

      Hapus
  9. Gue inget nih waktu Efi cekikikan sendiri di kereta pas baca novel ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Now you know why iam laughing :) Kamu harus baca ini, Dy. Harus!

      Hapus
  10. Aduh teenlit inget jaman SMP ku sering banget baca. Kenapa ya nggak novel-novel ginian aja yang dijadiin sinetron remaja di TV , daripada yang berantem-berantem sama balapan itu 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Nes. Biar menurunkan jiwa abegeh abegeh alay juga

      Hapus
  11. Halo semuanya. Terimakasih untuk komentar dan partisipasinya. Karena yang menjawab pertanyaan hanya Lendy Kurnia, jadi hadiah buku/novel Judith saya kasih untuk Lendy, ya. Sisa 4 novel lainnya akan dibuat kuis di medsos. Terimakasih untuk yang sudah membaca review novel Judith ini. Dapatkan di toko buku terdekat, ya :)

    BalasHapus