Film I Fine Thank You, Cerita Tentang Cowok Bodoh yang Ngeselin Maksimal

September 13, 2018

Setelah linglung kenapa ga bisa akses Hooq di tv kabel, akhirnya kesampaian juga buat nonton drama komedi Thailand, I Fine Thank You, Love You. Duh lupa siapa yang kasih saran hahaha,  Maafkeun. ya. Pokoknya waktu itu saya nyetatus di FB dan ada temen yang kasih rekomendasi film Thailand ini.

By the way, kenapa saya bingung soal Hooq, karena sejak pasang Indihome, saya belum pernah akses dari tv atau HP. Baru sekali pake (kan ada opsi trial seminggu gratis gitu, ya). Baru sekali liat serial Barata dan pede aja masih ada sisa kuota gratisan hahaha. Ga taunya pas cek history, kakak saya udah akses duluan jatah gratisannya. Huhuhu.... pantesan.

Balik ke cerita, ya.

Ini kali kedua saya nonton Film Thailand setelah Bad Genius. Lumayan, tapi buat saya lebih menarik bad Genius. Yaaa ,karena referensi film Thailand yang saya tonton baru dua film ini.  Anyway, kapan-kapan saya ceritain deh soal film Bad Genius ini. Walaupun udah turun layar juga. Tapi bisa kalian tonton di aplikasi film, tuh.

Jadi kapan cerita film I Fine Thank You, Love You-nya?

Iya, iya, sekarang.
fotonya dari https://letterboxd.com
Ceritanya, Tokoh utama cerita ini Pleng (yang meranin, Preechaya Pongthananikorn punya body goal yang bikin para ciwik-ciwik bisa envy maksimal) adalah seorang guru bahasa Inggris. Muridnya seorang gadis Jepang, Kaya (Sora Aoi) yang cerdas tapi punya selera seks yang hiperaktif curhat kalau dia kesel sama pacarnya, Gym (Sunny Suwanmethanon) dan pengen putus.   Selepas Kaya Pergi, Gym yang tampangnya ngingetin saya saya aktor Jim Carey, terlecut semangatnya buat membuktikan kalau dia juga bisa berbahasa Inggris dan mengejar Kaya yang duluan pergi ke Amrik.

Selain Gym, Pleng punya murid lainnya yang juga udah dewasa, Preuk namanya. Yang meraninnya,  Two Popetorn Sunthornyanakij. Duh ini karena ga familiar, jadinya kalau ngeja nama-nama mereka itu serasa ribet, ya.

Preuk ini tipikal cowok yang bisa bikin perempuan mana aja dibikin klepek-klepek. Kayaknya, lagu KD kalau ada versi Thainya bisa jadi theme song juga, deh. Preuk ini cakep, pinter, rapi, mapan dan sangat pinter ngasih perhatian sama perempuan. Ga heran kalau akhirnya jadi muncul cerita Cinlok antara Pleng dan Preuk. Beda banget dengan Gym. Sebenarnya, mantanya Kaya ini ga jelek-jelek amat, cumaan ya gimana ya? Saya aja liatnya ilang feeling alias  il-feel. Pinter tapi konyol. Cakep tapi jorok. Udah gitu ngeselin lagi dari omongan dan sikapnya. Mana temen-temennya dia itu punya kelakuan aneh-aneh dengan selera humor yang ga biasa. Sempurna untuk diabaikan dalam list gebetan :D

Tapi yang namanya cinta ga mandang bulu, meski Preuk dan Gym sebenernya ga berbulu. Kan, mereka manusia, bukan mahluk berbulu macam kucing, kelinci, atau gorila misalnya *krik krik krik..... garing, garing*

Lama-lama, Pleng merasa ga nyaman dengan Preuk, sementara Gym yang bodoh dan ngeselinnya maksimal malah bikin hati Pleng kebat-kebit. Jadilah membuat guru bahasa Inggris ini galau. Pilih Gym atau Preuk? Secara kasat mata sih, penonton bakal satu suara.  Yaelah, Pleng. Susah amat milih. Udah, Preuk aja. Gym mah lewat. Kisah Cinderela yang jadi referensi Pleng buat ngajarin bahasa Inggri ke Gym juga seakan-akan jadi cetak birunya kisah cinta Pleng dan Preuk sebelum Gym datang mengusik. Tapi justru kelucuan di film ini pecah setiap Pleng berinteraksi dengan Gym. Ya, walau pun dibumbuin jokes yang bisa bikin kita kehilangan selera makan. Misalnya, waktu  cuek aja membersihkan lengannya yang terkena cipratan tinja dari seorang  anak smp yang badung. Jijay, kan? Dalam scene-scene lain walapun ga mengumbar lelocon fisik yang menjurus, tetep aja becandaan-becandannya  bikin kita pengen bilang, iyucks, jijay bajay.
dari trailernya Youtube
Sisi lain yang menarik dari film ini adalah bagaimana seorang pemuda Thailand yang mengalami semacam culture shock alias gegar budaya. Walau bahasa Inggris sudah jadi bahasa internasional - anak-anak tk aja udah banyak koleksi kosakatanya - masih banyak orang-orang dewasa yang secara akademis pinter macam Gym enggak pede untuk berbicara bahasa Inggris. Gym memilih kabur ketika ketemu bule yang nanya peta, atau masih kebingungan membedakan makna tekanan secara teknis atau psikologis dan kekonyolan ga penting lainnya.

Bukan soal siapa yang Pleng pilih, Preuk atau Gym. Malah menurut saya, Jim Carey KW eh maksudnya si Gym ini berhasil mencuri perhatian. Dengan segala kebodohan dan nyebelinnya, Gym punya sisi lain yang unik yang tidak dimiliki cowok yang sempurna macam Preuk. Ada  satu bagian ketika saya merasa simpatik pada tokoh Gym kemudian berubah jadil il-feel kembali setelah ia menyebut sebuah jawaban  yang enggak banget. Padahal ini adalah momen titik balik  ketika Gym bisa membuktikan sisi lain yang jadi kelebihannya.  Atuhlah, Gym. Plisss.

Abaikan kekonyolan Gym atau pesonanya Preuk, atau tingkah-tingkah aneh teman-teman Gym bahkan Kaya dan teman sekantornya Pleng. Dari film I Fine Thank You Love You ini kita belajar, siapa aja bisa kok menundukan kekurangan yang dimiliki. Selain niat yang kuat, keadaan juga punya peran penting. Kadang-kadang ada situsi tertentu yang tidak kita sukai malah jadi pembuka jalan untuk sisi-sisi positif yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. 

Kalau lagi senggang, film ini lumayan menghibur. 6 dari 10 bintang  saya sematkan. 

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Namanya masih gk familiar ya, kedengaran aneh, Gym tak pikir gym, haha

    BalasHapus