The Last Juror: Juri Terakhir

Ada beberapa bukunya John Grisham yang udah saya baca. Cuma dari pertama baca bukunya ke buku berikutnya lumayan jauh. Yang pertama saya baca itu The Pelican Brief. Ini pernah difilmin yang dibintangi sama Tom Cruise dan Julia Roberts, yang cantiknya kayak pake formalin itu.  Baca bukunya sekitar tahun 1998, jaman lagi libur semester pertengahan 1998. Inget banget, lagi masa-masa demo akibat krisis moneter.

 Lalu ada A Time to Kill. Yang ini lupa kapan, tapi udah lama juga. Yang paling saya inget dari buku ini adalah organisasi Ku Klux Klan, pergerakan yang rasialis sekali, karena tidak menyukai keberadaan orang berkulit hitam.  Kostum yang mereka pake pun kayak algojo hukuman mati. Sereeem.


Nah beberapa waktu yang lalu saya baca lagi bukunya John Grisham. Seneng banget karena dapat buku asli dengan harga murah. Kondisinya masih bagus meski preloved. Saya belinya dari Uchan yang waktu itu infoin di FB. Kangeeen baca bukunya Grisham jadi saya borong 3 bukunya. Salah satunya yang judulnya The Last Juror, yang kali ini mau saya ceritain di sini. 

Sebenernya pernah saya ulas di salah satu postingan akun instagram saya @efi_thea.⁣ Tapi berhubungan jatah karakternya terbatas, ga bisa cerita panjang lebar. Di sini mau saya ceritain lebih banyak.

Tokoh utama di novel ini adalah Willie Traynor.  Wille ini dulunya seorang wartawan  untuk koran The Ford County Times.  Saat pemilik korannya dinyatakan pailit oleh pengadilan, Willie membelinya dengan meminjam uang dari neneknya. Saat itu aset perusahaan lengkap dengan segala printilan yang ada di sana seharga US$ 25.000 aja. 

Dulunya koran The Ford County ini isinya garing. Ga ada berita yang greget gimana gitu. Malah isinya kayak buletin perkumpulan sosial aja. Kalau ada berita kematian,  mendiang yang diberitain profilnya diulas dengan space yang lumayan banyak. 

Coba bayangin sama koran sekarang yang memuat berita kematian. Paling space banyak itu tampilannya adalah ucapan dukacita dari relasi atau keluarga. Tapi kalau sampai diulas jadi artikel ya ga ada kecuali tokoh yang dikenal banyak orang, kan? Udah kayak selebritis aja sih mendiang yang profilnya dimuat di koran ini. By the way  artikel tentang kematian ini dikenai charge, alias bayar juga kok.

The Ford County yang terbit di  di sebuah kota kecil, Clanton negara bagian Mississippi ini kemudian dikejutkan dengan berita pembunuhan seorang janda muda. Latar masa pada novel ini adalah tahun 1970an di mana nuansa rasisme sama orang afro amerika itu masih kental. Sepertinya ini konsen tersendiri Grisham yang sampai saat ini masih produktif nulis, lho. Padahal usia Grisham udah ga muda lagi. Udah opa-opa gitu. Tapi dia ga pernah kekeringan ide buat nulis novel spesialisnya dia, hukum dan politik.

The Last Juror (Juri Terakhir) ini juga kental dengan nuansa politik dan hukumnya.  Willie yang tertarik mengangkat kasus pembunuhan ini menemukan fakta kalau pelaku pembunuhan adalah anak dari keluarga yang punya sindikat perdagangan ilegal yang kuat dan melibatkan penguasa. Sementara itu dalam kasus pembunuhan ini ternyata ada Mrs Callie, seorang juri berkulit hitam yang terpilih, bahkan jadi semacam rekor atau catatan sejarah mengingat posisi kaum afro amerika yang masih termarjinalkan. 
Fotonya punya The Economist

Korban pembunuhan, Rhoda Kasellaw yang tewas dibunuh  oleh Danny Padgit di depan anak-anaknya yang masih kecil setelah sebelumnya mengalami pemerkosaan. Mestinya dengan kasus kejahatan seperti itu, hukuman yang dijatuhkan berupa hukuman mati sudah layak. 
Masalahnya sistem hukum di Amerika yang menganut pengadilan sistem juri ga bisa semudah itu menjatuhkan putusan. Satu aja suara beda, keputusan bakal mengambang. Akhirnya Danny divonis hukuman seumur hidup, which is seumur hidup ga selalu literally dihukum seumur hidup si terdakwa.⁣


Masyarakat di sana marah dan curiga salah satu jurinya, Mrs Callie seorang nasrani yang taat tidak setuju dengan putusan hukuman mati tadi.⁣ Setelah 9 tahun berlalu Danny Padgitt bebas dari penjara dan menebar teror. Belakangan Willie Traynor menemukan masa lalu salah satu anaknya Mrs Callie menghilang setelah tersangkut kasus kontroversi.⁣


Seru banget baca novelnya. Grisham menjelaskan sistem hukum di Amerika dengan gaya bahasa yang ringan buat awam dan alur yang greget. ⁣Walau pun dianggap sebelah mata, keberadaan Mrs Callie sebagai juri malah dianggap menguntungkan oleh pihak terpidana.  Mrs Callie yang religius dianggap akan membuat putusan suara juri menjadi tidak bulat.

Tapi ga semudah itu tim juri memberitahukan siapa yang memberikan suara bersalah atau tidak bersalah.  Mereka sudah sepakat untuk saling menutupi sampai kemudian ketika Danny Padgitt dinyatakan bebas, satu persatu juri pada pengadilan Danny Padgitt tewas terbunuh. Masyarakat mulai khawatir akan keamanan termasuk keluarga Mrs Callie yang akrab dengan Willie Treynor.

Selain ngomongin soal politik, The Last Juror juga membahas polemik soal Perang Vietnam yang terjadi pada waktu itu.  Selain diskriminasi warna kulit, The Last Juror juga menceritakan respon Amerika ketika  awal-awal bisnis franchise termasuk toserba dan restoran cepat sajinya sebagai modernisasi sektor ekonomi diperkenalkan. 

Ada pro kontra yang timbul. Bahkan untuk negara adidaya sekelas Amerika pun perubahan seperti ini ga semudah itu diterima. Ada adaptasi yang membutuhkan waktu.  Korbannya bukan negara dunia ketiga seperti Vietnam, tapi orang Amerikanya sendiri. Meski Treynor seorang yang liberal dan menjunjung tinggi kebebasannya beropini lewat rubrik di korannya, soal bisnis dan perekonomian, ia punya pandangan berbeda. Ia juga tipe orang yang humanis meski ga rajin beribadah.  Ia bahkan sempat heran soal fanatisme sekte gereja-gereja. 

Dengan seting tahun 1970an,  sebenarnya masyarakat Amerika juga terbelah dua soal pengiriman tentaranya ke Vietnam pada waktu itu. Tidak semua merasa jadi pahlawan, masih ada juga yang kesal karena merasa dijadikan tumbal yang seolah-olah melawan komunisme.

Kesannya berat, ya? Tapi ga gitu juga, sih. Narasi Grisham yang banyak bertutur secara deskriptif, bukan lewat obrolan antara tokoh di novel berusaha meringkas permasalahan yang dibahas. Dan kontroversi soal perang vietnam juga pro kontra bisnis modern ini terkait dengan penelusuran Willie Treynor soal pembunuhan Rhoda Kasellaw. 

Di bagian lain saya juga dibuat ngikik ketika Tryenor ngomelin pengacaranya Padgiit yang licin dan jago bersilat lidah. "Konteks gundulmu!" Padahal waktu berantem itu suasananya lagi panas, tapi kok ya saya merasa geli aja ngebacanya.

Di 1//4 bagian terakhir novel, kadar greget novelnya udah mulai berkurang. Bukan saja soal  masalah lain seperti perang-perangan dan bisnis franchise yang mengusik itu tapi juga penyelesaian masalahnya agak nyebelin buat saya. Ada  karakter lain yang misterinya tidak terungkap padahal di awal cerita saya pikir bakal jadi salah satu jadi pembuka tabir misteri yang melibatkan terdakwa dengan salah satu juri itu.  

But anyway, saya ga nyesel bisa menyelesaikan novelnya John Grisham ini. 3,5 bintang buat The Last Juror saya kasih






Post a comment

22 Comments

  1. Bacaan novel wajib anak hukum nih hahaha...
    Sekaligus mengasah minat detektif n lawyer hehe

    ReplyDelete
  2. Tahun berapa dulu ya ngetop novelnya ini ...

    Ini memang nggemesin
    Ada karakter lain yang misterinya tidak terungkap

    Kayak ada yang kurang ya hihi

    ReplyDelete
  3. Hoho...aku menerawang...sepertinya memang berat bacaannya..wkwkwk kan udah ditulis sama teh efi kalo emang berat ya..Tapi tetep menarik nih buat disimak ..

    ReplyDelete
  4. Hadudu, ceritanya berat banget..
    Korban pembunuhan, hadudu..
    Aku langsung down.

    Tapi kalo dah seneng mah, santai dan menikmati ya Pi baca novel ini.

    Nah lebih greget novel itu apa greget aku?eeaaa

    ReplyDelete
  5. Seru juga ya sepertinya baca buku The Last Juror ini, aku dari Maret baca bukunya yang ringan-ringan. Sekarang lagi senang bukunya Vex King tapi coba ah nanti cek ke Gramed beli buku lainnya.

    ReplyDelete
  6. John Grisham ini ceritanya seputar hukum terus kalau gak salah, ya. Pengen sih sesekali saya baca buku dengan tema seperti ini

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  8. Akkk aku suka banget John Grisham walau ngga ngumpulin bukunya, tahun lalu beberapa kali beli yang buku seken English gitu buat belajar sekalian, selalu seru ya bukunya..ngga pernah kehabisan ide..

    ReplyDelete
  9. cerita novelnya john grisham selalu seru dan menarik ya. apalagi kalo udah dibikin jadi film. jadi bisa ngebayanginnya secara visual

    ReplyDelete
  10. Aku baca dua kali tapi udah lama banget, ini buku yang kesekian terbitannya kalo gak salah. Menarik ceritanya, aku sampai fokus saking penasaran. Dan emang ya nyaris bosan ketika cerita merambat ke perang, dan lainnya. Tapi tetep misteri banget jadi bosannya ilang

    ReplyDelete
  11. novelnya kalo diangkat jadi film atau serial juga seru nih, thriller dan action gitu ya.. bikin penasaran

    ReplyDelete
  12. Duh genrenya keknya ga masuk nih ke buku bacaan saya, Mba. Saya kurang suka yg model pengadilan, thriller begini. Kecuali ada romance2 unyu2nya.. xixixi..

    ReplyDelete
  13. baca kata gundulmu kok dadi inget apa gitu ya lupa ,, pernah baca di status atau di mana,. jawa banget

    ReplyDelete
  14. Kayaknya masih ada beberapa novel John Grisham di lemari buku, udah lama banget sampai lupa judulnya.

    ReplyDelete
  15. Deuh, tema ceritanya lumayan berat ya, Fi. Banyak mengulas tentang hukum. Tapi seru juga kalau ada cerita yang misteri ya, jadi ikutan tebak-tebakan gitu, hihihi

    ReplyDelete
  16. Wohooo,,, masih ingat dan ngena emang the Pelican Brief mba... Tapi saya belum baca yang Lasst Juror ini, sepertinya bisa masuk list bacaan selanjutnya. Apalagi memang saya suka dengan sudut pandang John Grisham ini..

    ReplyDelete
  17. Belum pernah baca novel John Grisham. Ini bahasa Indonesia apa Bahasa Inggris mbak? Saya kelamaan kalau baca novel Bahasa Inggris. Hihihi

    ReplyDelete
  18. Selain Sidney Sheldon, John Grisham nih salah satu penulis favoritku. Dulu jaman SMA mpe kuliah paling suka baca novel2nya. Walau selalu seputar hukum, tapi dia bisa jelasin dengan cara yang sederhana, jadi gampang dipahami.

    ReplyDelete
  19. Novel politik yang menegangkan sepertinya. Klo berbahasa indonesia pengen baca juga ah...

    ReplyDelete
  20. Jarang banget punya buku terjemahan apalagi novel John Grisham jadi penasaran isinya. Buku yang aku koleksi banyak non fiksi nih.

    ReplyDelete
  21. Sudah terjemahan, temanya berat pula. Salut Teh Efi, aku berasa jadi bookworm receh. Aku kalo terjemahan walau romance udaj angkat tangan sejak di awal bab. Dan gapernah nyoba baca lagi. Kalo kasus pembunuhan paling banter baca komik Conan. Ya Alloh, receh tenan

    ReplyDelete
  22. novel pembunuhan dan politik, buat saya ini berat, tapi baca reviewnya, tiap paragrap ke paragraf jadi makin penasaran sama isi bukunya, buku terbitan kapan ya mba?

    ReplyDelete